Lingkungan

Rabu, 3 Juli 2019 - 21:54 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Antam Tingkatkan Daya Dukung Lingkungan di Moronopo

Antam tingkatkan perencanaan pengelolaan aliran permukaan di Monoropo.

LEFO – Menjawab adanya kritikan dan saran perbaikan dari beberapa stakeholder akhir-akhir ini terkait pengelolaan lingkungan pertambangan yang dilakukan oleh Antam UBP Nikel Maluku Utara, External Relation Asistant Manager, Arisyono, menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan antam untuk selalu menjaga daya dukung lingkungan di sekitar wilayah operasi.

Antara lain, menurut dia, dengan membuat perencanaan pengelolaan aliran permukaan, menyediakan sarana pengendali aliran sesuai perencanaan seperti sump, check dam, bronjong, turap, serta melakukan kegiatan pemantauan air tambang dan pemantauan biota darat dan laut bekerja sama dengan Universitas Khairun Ternate dan Universitas Hasanuddin Makassar.

Dikatakanya, Antam menyadari bahwa meskipun telah melakukan pengelolaan sesuai regulasi, mungkin masih ada kekurangan yang dapat menjadi peluang perbaikan dalam menjalankan kegiatan pertambangan, dan antam terbuka untuk dialog dan kerja sama dengan seluruh stakeholder terkait, termasuk dengan rekan-rekan NGO, sebagaimana dilakukan dialog dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, pada Selasa (2/7/2019), dan dengan LSM Lemhati Haltim, Rabu (3/7/2019) hari ini, di Buli, Haltim.

Dalam pertemuan tersebut, ada beberapa poin yang diminta dari berbagai pihak kepada Antam, untuk mengatasi problem yang terjadi saat ini di areal Moronopo. Yakni dari sisi DKP meminta agar dapat bersinergi dengan pihak DKP untuk membantu para kelompok nelayan ikan teri, yang saat ini masih oroperasi di wilayah areal pertambangn Moronopo.

Untuk itu, saat pertemuan dengan Kepala Dinas DKP Haltim, Asmar H. Daud, berkeinginan agar pihak Antam dapat menyediakan alat tangkap yang lain untuk para kelompok nelayan ikan teri, sehingga kedepan tidak ada benturan kepentingan antara nelayan dan pihak perusahaan.

“Saya sudah ajukan permohonan ke pihak Antam, hanya saja tinggal menunggu realisasi dari pihak Antam. Karena kelompok nelayan ikan teri sudah siap jika ada alat tangkap yang disediakan oleh pihak Antam,” katanya Asmar.

Sementara Ketua LSM Lemhati, Safrudin Malik, dalam pertemuan tersebut, menyampaikan dua poin, yakni perbaikan pengelolaan aliran dan pencegahan sedimentasi, dan perluasan maupun perbaikan badan jalan di areal Moronopo.

“Kami hanya meminta dua poin itu saja, dan ini bukan kepentingan pribadi melain kepentingan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, problem yang terjadi di Moronopo, hanya dua poin itu saja, sebab berdasarkan amatan di lapangan, pengelolaan aliran permukaan dan pencegahan sedimentasi perlu dibenahi lagi. Sehingga disaat hujan deras tidak terjadi peningkatan laju sedimentasi.

“Selain itu, diperlukan perluasan maupun perbaikan di beberapa titik jalan di sekitar areal pertambangan. Hal ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas, dan aktivitas pertambangan berjalan lancar, sehingga itu perlu ada perhatian serius dari pihak PT Antam,” katanya.

Sementara itu, dalan pihak Antam melalui Vice President HC, CSR & Finance PT Antam, Agustinus Toko Susetio, mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak DKP maupun LSM Lemhati sebagai mitra, yang mau berdiskusi terkait persoalan yang terjadi di Moronopo. Sehingga apa yang menjadi permasalahan dapat didiskusikan dan ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Apa yang menjadi pemikiran, baik dari DKP maupun LSM Lemhati, menjadi masukan bagi Antam untuk terus melakukan perbaikan. Antam berkomitmen untuk selalu menjalanan best mining pratices dan mematuhi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam kegiatan pertambangan, mulai dari kegiatan penambangan sampai pada pengolahan dan pengapalan,” ujarnya.

Hal ini dibuktikan dengan pencapaian peringkat PROPER BIRU setiap tahunnya, dimana peringkat PROPER tersebut menunjukkan bahwa Antam UBP Nikel Maluku Utara selalu mematuhi ketentuan perundang-undangan dalam pengelolaan lingkungan hidup.

“Antam menyadari bahwa keberadaan Antam di Kabupaten Halmahera Timur adalah untuk membantu pemanfaatan sumberdaya alam yang ada, bukan hanya sumberdaya mineral yang menjadi bisnis utama antam, namun juga sumberdaya alam lainnya yang merupakan amanah rakyat sekaligus titipan generasi yang akan datang sehingga harus dijaga kelestarian demi masa depan anak cucu kita,” ujarnya. (yud)

Baca Lainnya