Gagasan

Selasa, 2 Juli 2019 - 23:21 WIB

4 bulan yang lalu

logo

MENGARUSUTAMAKAN PEMUDA

(Catatan Menyambut Musda KNPI)

 

Mewacanakan tentang Pemuda, tentu kita masih ingat dengan kata-kata Soekarno yang lantang dan menggetarkan perasaan pemuda pada masa itu, bahkan masih sering dikutip hingga saat ini. Kira-kira seperti ini kalimat bersejarah dari tokoh Proklamator tersebut “kalau saya diberikan seribu orang tua, saya hanya dapat memindahkan gunug semeru, tetapi kalau saya diberi sepuluh pemuda saja, maka dapat saya goncangkan dunia”.

Tak ada satupun yang tahu maksud sebenarnya kata-kata Pemimpin Revolusi selain dirinya sendiri. Namun, jika dilihat pada masa hidupnya yakni pada masa perjuangan kemerdekaan. Sudah tentu, tersirat pesan tentang peran strategis fundamental pemuda dalam perjuangan kemerdekaan dan upaya mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dinamika kebangsaan dan ketatanegaraan yang kesemuanya itu, pemuda merupakan lokomotif pergerakan. Sebut saja, Budi Oetomo 1908, Sumpah Pemuda 1928, peristiwa Rengas Dengklok, Proklamasi, Tragedi Malari, Hingga yang baru-baru ini adalah Reformasi 1999, serta masih banyak lagi catatan panjang sejarah peran pemuda di Indonesia.

Usia Muda

Apa sih yang dimaksud dengan Pemuda ? jika dilihat dari perspektif umur/usia, maka Pemuda dapat dilihat dari dua perspektif yakni usia biologis dan usia aktual. Jika dilihat dari usia biologis, maka pemuda adalah setiap orang yang berumur 19 – 40 tahun. Jika dilihat dari persepektif usia biologis, maka setiap orang yang belum berumur 19 tahun dan telah berumur lebih dari 40 tahun bukanlah Pemuda.

Berbeda dengan usia biologis, usia aktual pemuda adalah setiap orang yang memiliki gagasan, visi dan gerakan yang menawarkan masa depan demi kemajuan bangsa tanpa dibatasi oleh usia adalah anak muda. Dalam perspektif usia aktual ini, setiap orang yang terus mendedikasikan diri untuk kepentingan masa depan bangsa yang adil dan makmur adalah anak muda. Maka dari itu, anak muda menurut usia aktual tidak dapat dibatasi oleh batasan usia.

Mengarustumakan Pemuda

Pengarusutamaan gender sudah tentu telah familiar, apalagi dengan kajian gender yang tidak lagi tabuh hampir satu dekade terakhir. Akan tetapi, pengarusutamaan pemuda masih jarang dibicarakan. Padahal, pemuda memiliki peran strategis dalam upaya mewujdukan cita-cita kemerdekaan, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Agar wacana mengarusutamakan pemuda yang dimaksud oleh penulis tidak bias oleh pembaca dalam memahami, maka perlul lebih dulu didefenisikan. Yang dimaksud penulis dengan mengarusutamakan pemuda adalah mendorong kekuatan pemuda dari segala element untuk terlibat dalam pembangunan bangsa, baik mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi segala kegiatan yang berhubungan dengan kepentingan publik.

Mengapa mengarustumakan pemuda penting ? karena pemuda merupakan satu-satunya asset berharga yang dimiliki oleh bangsa dan negara. Memberdayakan pemuda sebagai lading sector pembangunan merupakan sebuah investasi. Pada masa ini pula, setiap orang menentukan arah hidupnya, apakah akan menjadi berguna bagi bangsa dan negara, ataukah sebatas menjadi beban negara. Sebab itu, tidak ada pilihan lain selain menggali setiap potensi generasi muda dan memberdayakan setiap potensi tersebut demi kepentingan bangsa dan negara.

Posisi Gerakan

Salah satu yang menjadikan Pemuda menjadi lokomotif pergerakan adalah berkumpulnya para pemuda dalam berbagai organisasi. Termasuk misalnya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Catatan penulis, cara paling baik mendorong upaya mengarustumakan pemuda adalah menghidupkan iklim organisasi yang sehat bagi setiap pemuda. Tidak terkecuali dengan organisasi KNPI.

Sebagai wadah kepemudaan, KNPI merupakan salah satu organisasi yang dapat dijadikan sebagai sarana yang baik dan tepat untuk mengarusutamakan pemuda.

Pemuda yang telah berada pada arus utama pembangunan tersebut haruslah dapat menempatkan posisi sebagai mitra strategis pemerintah. Sebagai mitra strategis, sudah sepatutnya pemuda tahu kapan menjadi mesra dengan pemerintah dan kapan menjadi pengkritik yang kosntruktif terhadap kebijakan pemerintah. Sebab itu, Pemuda yang berada pada arus utama haruslah dapat mengambil peran dan menempatkan posisi yang tepat. Terlalu sering mengkritisi pemerintah tanpa memberikan solusi yang konstruktif, juga bukanlah pemuda yang berada pada arus utama. Terlalu mesra dengan pemerintah hingga tidak dapat melihat dan memberikan masukan kepada pemerintah juga bukanlah permuda yang berada pada arus utama.

Mewujdukan hal tersebut, seperti misalnya dalam rangka menyambut Musyawarah Daerah KNPI Provinsi Maluku Utara yang akan dihelat beberapa hari kedepan, dalam pandangan penulis tradisi adu gagasan dan adu visi perlu didorong. Hal tersebut semata-mata bukan hanya untuk menguji kompetensi dan kapasitas dari pada calon Ketua KNPI, namun lebih dari adu gagasan dan adu visi merupakan fondasi dari upaya mengarusutamakan pemuda.

Closing Statement

Terlibat dari perang gagasan merupakan pilihan yang harus ditempuh dari pada perang kepentingan atau mengatur bidak catur untuk kepentingan memenangkan Musyawarah Daerah KNPI semata. Adu gagasan merupakan hal wajib yang harus dilaksanakan. Sebab itu, mengumpulkan para tokoh dan mendiskusikan problem pemuda serta daerah guna mencari masukan yang baik merupakan sarana terbaik menciptakan arena adu gagasan dan adu visi. Terdengar sederhana, namun tidaklah muda mengumpulkan para tokoh dan beradu argument yang penuh gagasan konstruktif. Sebab itu, mengutamakan visi dan gagasan adalah cara utama mengarusutamakan pemuda. (*)

Baca Lainnya