Pemerintahan

Selasa, 2 Juli 2019 - 18:57 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Disinyalir Fokus KNPI, Kinerja Santrani Selaku Kadis Perkim Disoal

Kadis Perkim Malut, Santrani Abusama.

LEFO – Ditunjuknya Santrani Abusama sebagai Sekretaris KNPI Maluku Utara oleh KNPI versi Haris Pratama mengundang reaksi publik. Bagi publik, kesibukan Santrani di KNPI dengan sendirinya mempengaruhi kinerjanya sebagai kepala dinas Perkim Malut. Itu sebabnya, Santrani diminta agar mundur dari jabatannya di Pemprov dan fokus di KNPI.

Betapa tidak, jika ia lebih fokus pada organisasi kepemudaan maka dipastikan kinerjanya di Perkim tidak maksimal. Sebab, dinas daerah adalah unsur pelaksana pemerintah daerah yang berfungsi merumuskan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya, pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan umum, serta pembinaan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya.

Gubernur Abdul Gani Kasuba diminta agar mencopot Santrani dari jabatannya sebagai Kadis Perkim. Karena ia lebih fokus di KNPI, dan kecenderungannya berada di KNPI bisa menimbulkan konflik kepentingan bersamaan saat ia menjalankan tugas sebagai Kadis Perkim Malut.

Kandidat Doktor Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung Helmi Alhadar, Selasa (2/7/2019) menyatakan, jika kesibukan Santrani difokus ke KNPI Malut dari pada kapasitasnya sebagai Kadis Perkim mengindikasikan kecenderungan ke ranah politik praktis. Kesibukan Santrani tersebut mencerminkan Pemerintahan AGK-YA terkesan tidak banyak berkutik untuk mengendalikan.

“Kondisi ini membuat Santrani tidak akan terlalu banyak dikendalikan oleh AGK dalam hal birokrasi,” ucapnya.

Untuk itu, Helmi mendesak AGK-YA mengeavaluasi kinerja SKPD yang cenderung mementingkan organisasi yang di luar dari jabatan publiknya.

“AGK selaku Gubernur harus tegas. Bila perlu dievalusi SKPD yang tidak serius kenirjanya. Para birokrat harus berusaha bekerja sebagaimana tupoksinya, mengingat pelayanan masyarakat tidak bisa terganggu hanya karena kepntingan pribadi atau kelompok,” tukasnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Santrani membatah tuduhan tersebut. Mantan KNPI Malut ini menegaskan bahwa dirinya tidak fokus ke KNPI. Menurut Santrani, fokus utama pada kerjanya sebagai Kadis Perkim Malut.

“Saya nggak fokus ke KNPI. Saya hanya fokus kerjaan,” katanya kemarin (2/7/2019).

Dikatakan, terkait dirinya terlibat dalam KNPI dan Pemuda Pancasila (PP) hanya tugas sampingan alias diluar tugasnya sebagai Kadis Perkim Malut. Karena itu, menurut Santrani, amat keliru jika dirinya dituding tidak fokus pada kerja pokoknya. “Soal ber KNPI dan ber PP itu tugas di luar kerjaan pokok saya. Kalau ada tanggapan begitu itu sangat keliru,” kilahnya.

Lebih lanjut Santrani menuturkan, sebagai pengurus DPP KNPI, keterlibatannya adalah hal wajar tanpa mengabaikan kerja pokoknya.

“Saya ini mantan ketua KNPI. Fase ber KNPI bagi saya susah lewat. Namun karena saya juga pengurus DPP KNPI, maka saya harus laksanakan tugas saya, tanpa mengabaikan kerjaan pokok saya selaku kadis perkim Malut,” tandasnya.

“Bila ada yang beropini, apalagi menuding yang tidak mendasar, maka mohon maaf itu sangat privasi. Dan saya tidak segan-segan tuntut terkait nama baik saya,” tutup Santrani. (red)

Baca Lainnya