Pemerintahan

Senin, 1 Juli 2019 - 17:26 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Warga Minta Kejelasan Pemkab Soal Ganti Rugi Penggusuran Lahan

Dokumen catatan jumlah tanaman milik warga yang digusur.

LEFO – Warga masyarakat Desa Indari Kecamatan Bacan Barat, meminta pemerintah daerah agar serius menyelesaikan lahan yang telah digusur untuk pembangunan jalan lingkar kepulauan Bacan.

Pasalnya penggusuran jalan yang dilakukan sejak 2017 silam, hingga saat ini belum juga terbayarkan. Bahkan, terkesan diabaikan dengan berbagai dalil dan janji.

“Kami mendukung, karena ini program pemerintah, jadi warga disini sangat mendukung hanya saja masalah ganti rugi jangan sampai merugikan warga,” kata Harmain Tabrik, warga Indari saat ditemui, Senin (1/7/2019), di Warung Kopi Basigaro Desa Tomori.

Namun menurut Harmain, harga tersebut sudah disepakati dalam musyawarah antarwarga beberapa waktu lalu. Untuk itu, jika nantinya harga tidak sesuai dengan apa yang diharapkan warga, Ia dan beberapa warga tetap akan bertahan hingga ada solusinya.

“Sudah ada kesepakatan dan sudah diamini semua, kenapa belum juga direalisasikan,” katanya.

Lanjut Harmain, sebagai warga pihaknya siap membantu daerah tapi warga harus dihargai dan dimanusiakan, karena ini menyangkut hak-hak warga itu sendiri.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset Pemkab Halsel, Etus Lajame, dikonfirmasi menyampaikan pihaknya akan menyelesaikan semua piutang pemkab melalui aset, karena ini adalah bagian dari pertanggungjawaban pemerintah terhadap masyarakat.

“Untuk sementara Indari itu akan diproses, namun dilakukan secara bertahap sesuai anggaran yang direalisasikan,” jelasnya.

Lanjut Etus, beberapa tahun sebelumnya pemerintah telah menggelontorkan beberapa item anggaran dan baru bisa menyelesaikan sebagiannya, olehnya itu pihaknya akan mengajukan tambahan anggaran untuk menyelesikan semuanya.

“Tahun kemarin baru dibayarkan ruas jalan lalu Desa Labuha smpai Desa Belang-Belang, nah baru kemudian lanjut 2019 kita fokus Belang sampai Indari,” ujarnya sembari menyatakan, bukan pemerintah tidak mau membayar. (RR)

Baca Lainnya