Lingkungan

Kamis, 27 Juni 2019 - 18:52 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Aktivitas Pertambangan PT Antam Unit Geomin Menuai Kritik

Percemaran Lingkungan Laut akibat dari aktivitas pertambangan.

LEFO – Maraknya aktivitas pertambangan nikel di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), khususnya di area jalur Maba- Mabapura, tepatnya Moronopo PT. Antam Unit Geomin, menuai kritik dari LSM Lemhati yang bergerak dibidang lingkungan.

Safrudin Malik yang merupakan Ketua Lemhati, pada Kamis (27/6/2019), kepada wartawan beranggapan aktivitas pertambangan PT. Antam Unit Geomin telah merusak fasilitas jalan dan lingkungan. Pasalnya, dengan adanya pengangkutan ore nikel menggunakan jalan umum berupa jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten.

“Sebenarnya hal ini sudah menimbulkan banyak protes dari masyarakat, karena kegiatan pertambangan tersebut menggunakan atau melalui jalur jalan umum yang berarti mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Lemhati juga menilai aktivitas pengangkutan ore nikel juga berakibat buruk pada lingkungan akibat polusi yang menyebar.

“Dengan mencermati fenomena tersebut Lemhati meminta Pemda Haltim perlu menelaah secara serius terutama masalah regulasi kebijakan dan penegakkan hukumnya,” ujarnya.

Dijelaskan, pengangkutan ore nikel seharusnya menggunakan jalan khusus. Sebab berdasarkan UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan, pada pasal 1 angka 5 disebutkan jalan umum adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalulintas umum. Sementara pada pasal 1 angka angka 6 disebutkan, jalan khusus adalah jalan yang dibangun oleh instansi, badan usaha, perseorangan, atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri.

“Berdasarkan ketentuan pasal 1 angka 5 dan 6 UU No. 38 Tahun 2004 sangat jelas bahwa jalan umum diperuntukan untuk lalu lintas umum dan bukan untuk kepentingan badan usaha untuk kepentingan sendiri, sehingga seharusnya pengangkutan ore nikel di ruas jalan lintas Haltim tidak menggunakan jalan umum tapi harus menggunakan jalan khusus,” cetusnya.

Karena itu, lanjut Safrudin, kegiatan tersebut jelas untuk kepentingan usahannya sendiri, terlebih aktifitas pengangkutan ore nikel tersebut menggunakan armada truk yang banyak dengan aktifitas yang intens dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga akan menganggu lalu lintas umum dan dapat merusak badan jalan.

Tak hanya itu, dirinya juga mengaku jika aktivitas penggarukan nikel oleh PT tersebut, telah merusak lingkungan hidup hal ini terlihat ketika air laut berwarna merah kecoklatan. Untuk itu diminta instansi terkait, yakni Dishub, PU, Pertanahan dan Lingkungan Hidup serta DPRD agar lebih intens melakukan monitoring dan memperketat fungsi pengawasan sehingga korporasi tidak seenaknya melakukan aktif penggarukan nikel di Haltim.

“Badan jalan sudah dirusak terus ditambah lingkungan hidup juga dirusak sama PT. Geomin Antam,” ucapnya tegas. (yud)

Baca Lainnya