Hukum Pemerintahan

Selasa, 25 Juni 2019 - 19:39 WIB

4 bulan yang lalu

logo

SPJ SPPD Fiktif Gaib, BPKAD Bakal Panggil Mantan Kabag Umum

Kepala BPKAD Haltim, Firdaus Duko.

LEFO – Proses penyilidikan dugaan SPPD Fiktif di Bagian Umum Kabupaten Haltim tahun anggaran 2016, senilai Rp 1,2 milyar yang melibatkan Sekda Haltim, Moh Abdu Nasara, sejauh ini telah ditangani Reskrim Polres Haltim. Namun menurut keterangan dari pihak penyidik, saat masih terkendala pada barang bukti berupa surat pertanggungjawaban (SPJ) SPPD serta dokumen lain yang belum ditemukan.
Tahapan penyidik sebelumnya sudah melakukan beberapa saksi, baik dari mantan bendahara umum maupun mantan kabag umum, bahkan Sekda Haltim. Akan tetapi sejauh ini pihak penyidik belum mendapat SPJ dan dokumen dari Pemerintah, dalam hal ini Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Haltim. Meski sebelumnya sudah menyurat ke Bupati dan ditindaklanjuti ke bagian BPKAD.

Kepala BPKAD Haltim, Firdaus Duko, Selasa (25/6/2019), mengatakan pihaknya sudah mendapat surat dari pihak Polres terkait permintaan SPJ dan dokumen yang berkaitan dengan SPPD Fiktif. Sehingga itu nantinya akan dipanggil mantan kabag umum dan mantan bendaharanya untuk dimintai kejelasan.

“Berkas-berkas itu semuanya sudah ada, hanya tidak tahu keberedaannya, apakah berada di mantan kabag umum ataukah di mantan bendahara umum,” akunya.

Sehingga itu, untuk mendapatkan hasilnya, maka pihaknya merencanakan pada Kamis besok bersama-sama dengan Reskim Polres Haltim, yang melibatkan mantan kabag umum dan bendaharanya, untuk melakukan rapat dan mempertanyakan SPJ tersebut.

Sekedar diketahui, berdasrkan Rilis Reskim Polres Haltim, dalam tahapan proses penyidikan SPPD Fiktif tersebut, pihaknya telah kembali memeriksa beberapa nama yang tertuang dalam laporan pemeriksaan BPK. Pihak penyidik juga telah menyurat ke maskapai Garuda, Sriwijaya Air, Batik Air, Lina Iair, untuk meminta manifest penerbangan pada tahun 2016. (yud)

Baca Lainnya