Hukum

Selasa, 11 Juni 2019 - 15:35 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Operasi Ketupat, Lakalantas 7 Orang Tewas

Direktur Lalulintas Polda Malut Kombes Pol. Abrianto Pardade.

LEFO – Hasil operasi ketupat kieraha yang digelar serentak oleh jajaran Polda Malut sejak 29 Mei hingga 10 Juni 2019 didapati sebanyak 7 orang meninggal dunia dalam kecalakaan lalulintas (Lakalantas).

Direktur Lalulintas Polda Malut Kombes Pol. Abrianto Pardade mengatakan, hasil analisa-evaluasi operasi ketupat keiraha 2019 didapati angka kecalakan lalulintas pada tahun sebelumnya 2018 sebanyak 19 kasus. Untuk sekarang hanya 10 kasus yang artinya turun menjadi 9 kasus atau 45 persen. Sementara korban meninggal dalam lakalantas pada tahun sebelumnya 8 orang, sedangkan tahun ini hanya 7 orang.

“Korban lakalantas yang meninggal itu dengan pemicunya rata-rata berkendara diatas kecepatan tinggi serta tidak mengunakan helm. Untuk faktor minuman keras sangat sedikit,” ungkap Abrianto saat dikonfirmasi, Senin (10/6/2019).

Menurut dia, angka kecalakan tersebut terdapat pada tiga wilayah jajaran Polres atau tiga Kabupaten yakni Kabupaten Helmahera Utara (Halut), Pulau Morotai dan Tidore Kepuluan (Tikep). Pihaknya merinci untuk Polres Halut yang meninggal dunia 3 orang. luka berat 1 orang dan luka ringan 5 orang. Polres Tidore meninggal 3 orang, luka berat 1 orang, luka ringan 5 orang. Sedangkan Polres Mortai korban meninggal hanya 1 orang.

Perwira berpangkat tiga melati itu menyatakan, dalam  operasi ketupat tahun ini banyak dilakukan penindakan dan teguran skala prioritas selama oparasi berlangsung. Seperti tidak mengunakan helm dan berkendaran dengan kecapatan tinggi. Hal Ini menurutnya berhasil menekan angka kecelakaan hingga terjadi  penurunan dibandingkan tahun lalu.

“Kami berharap masyarakat tetap taat aturan lalunlintas. Sebelum berkendaran cek kelengkapan kendaran, patuhi arahan petugas di jalan dan memarkir kendaran pada tempat parkirnya” tandasnya. (*)

Baca Lainnya