Pemerintahan

Rabu, 29 Mei 2019 - 21:15 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Soal Sampel Evaluasi DD, Asrul: 4 Desa Itu Bukan Terindikasi Korupsi

Hasil Tangkap Layar: Tanggapan Pemdes Soagimalaha tentang Berita yang Ditayangkan Lefo pada Senin (27/5/2019).

LEFO – Pemberitaan soal dugaan penyelewengan Dana Desa yang ditayangkan oleh Lefo pada Senin (27/5/2019) dua hari lalu mendapat tanggapan dari Pemerintah Desa Soagimalaha. Melalui akun Faceboknya, Pemdes Soagimalaha menyayangkan terbitnya berita tersebut dengan menganggap bahwa telah terjadi informasi yang menyesatkan dan membuat kegaduhan.

“Berita ini menyesatkan dan membuat kegaduhan. Pak Kabid (Pemdes) DPMD (Haltim) segera klarifikasi berita ini, karena kami Pemdes Soagimalaha yang menjadi sampel evaluasi dan pengawasan DD oleh BPKP tidak dikonfirmasi. Kalau tidak kami akan proses hukum,” tulis akun Facebook Pemdes Soagimalaha tersebut pada Selasa (28/5/2019).

Menanggapi curahan Pemdes Soagimalaha melalui aku sosial medianya tersebut, Kepala Bidang Pemdes DPMD Haltim Hasrul Djamaludin mengatakan bahwa perlu ada yang diluruskan terkait pernyataannya kepada wartawan pada Senin lalu menyangkut indikasi korupsi yang kemudian menemukan 4 nama desa yang akan dijadikan sampel. Menurutnya, belum tentu 4 desa (Siagimalaha, Teluk Buli, Pekaulang, dan Desa Subaim Kampung) tersebut terindikasi korupsi.

“Maka dari itu jangan dulu menanggapi secara berlebihan, sebabhasil evaluasi BPKP pun belum diumumkan desa-desa mana saja yang bermasalah,” ujarnya menanggapi Rabu (29/5/209) di Kantor Bupati Haltim.

Dia menambahkan 4 desa tersebut hanya dijadikan sampel evaluasi, bukan dijadikan sampel tentang terjadinya indikasi temuan penyelewengan DD. “Hanya dijadikan sampel dalam evaluasi BPKP untuk pengeloaan DD tahun 2018 dan evaluasi progress pencairan serta dalam rangka realisasi DD tahap I tahun 2019,”jelasnya lagi.

Lanjutnya lagi, belum tentu hanya 4 desa tersebut yang dijadikan sampel, bisa saja BPKP mengembangkan sampelnya ke desa-desa yang lain dalam kerja BPKP yang saat ini dalam tahapan proses evaluasi DD. “Jadi, bisa saja bukan hanya 4 desa itu, akan tetapi ada 102 desa yang tersebar di Haltim ini,”cetusnya. (yud)

Baca Lainnya