Hukum

Minggu, 28 April 2019 - 08:40 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Dana Operasional Dikbud, Ujian Komitmen Kajati Wisnu

LEFO – Kabar akan dilakukan pengembalian kerugian Negara pada dugaan penyalahgunaan anggaran operasional di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut tahun 2018 senilai Rp 7,1 miliar, memancing reaksi akademisi.

Dosen Hukum Unkhair, Abdul Kadir Bubu menduga informasi pengembalian kerugian Negara itu sengaja diumumkan ke publik lebih dulu sehingga nantinya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut kemungkinan menghentikan penyelidikan dugaan korupsi tersebut.

“Saya heran dengan penegak hukum, kenapa seorang Imran Jakub (Kepala Dikbud) begitu sulit diproses hukum. Sebenarnya ada apa, sehingga Imran tidak bisa diproses hukum,” ujarnya mempertanyakan.

Menurut Abdul Kadir Bubu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Wisnu Baroto harusnya menjadikan dugaan korupsi anggaran operasional Dikbud ini untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar komitmen membasmi korupsi. “Kajati Wisnu memang punya nama besar dalam mengusut kasus korupsi, karena pernah bertugas di KPK. Tetapi itu saja tidak cukup. Kalau masih aktif sebagai jaksa, ya harus tunjukkan lagi komitmen anda, jangan hanya bangga dengan masa lalu,” tegasnya menyarankan.

Abdul Kadir  Bubu mengatakan, pernyataan Wisnu Baroto di beberapa media massa bahwa ia spesialis menindak kepala daerah, sudah menjadi konsumsi umum. Sayangnya pernyataannya itu belum dibuktikan. “Kalau seorang Imran Jakub yang hanya pimpinan SKPD saja tidak bisa diusut, bagaimana mungkin anda bisa proses kepala daerah. Bicara itu harus dibuktikan. Selama Kajati tidak bisa buktikan, kami tidak akan percaya dengan komitmennya,” tegasnya.

Kadir Bubu mengaku yakin kalau Kajati Wisnu Baroto dan jajarannya di Kejati Malut punya kemampuan dalam mengusut kasus dugaan korupsi. Kemampuan pihak Kejati itu bahkan bisa mengusut beberapa kepala daerah sekaligus. “Itu artinya seorang Imran Jakub tidak akan membuat Kejati gentar. Kalau Kejati mau, dugaan masalah anggaran operasional Dikbud begitu cepat diusut dan siapa pelakunya bisa terungkap. Kami harap Wisnu Baroto komitmen basmi korupsi di daerah ini,” harapnya.

Sementaraitu, kepada media massa beberapa hari lalu Kasi Penkum Kejati Apris Risman Liguamenegaskan, pengembalian kerugian Negara bukan otomatis menghentikanpenyelidikan di Kejati. Ia menegaskan, dugaan penyalahgunaan operasional di Dikbudtetap diusut.(L-01)

Baca Lainnya