Hukum

Senin, 12 November 2018 - 14:49 WIB

11 bulan yang lalu

logo

Kaur Penum Bidang Humas Polda Maluku Utata, AKP Hefrizon. Sumber foto: indotimur.com

Polisi Minta Warga Selektif Dalam Menyerap Informasi Melalui Medsos

TERNATE, LEFO – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara menghimbau warga masyarakat di Maluku Utara untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya pada informasi-informasi yang tidak jelas (hoax) yang kerap dibagikan melalui media sosial (medsos).

Kaur Penum Bidang Humas Polda Maluku Utara, AKP Hefrizon, saat ditemui, Sabtu (27/10/2018) mengaku, sering mendapatkan informasi dan berita yang tidak jelas yang beredar di medsos, “sehingga sebelum masyarakat membagikan kembali informasi tersebut, harus terlebih dulu mengetahui kebenaranya yang jelas” kata AKP Hefrizon. 

Hal ini juga untuk menghindari upaya-upaya pembajakan akun yang akhir-akhir ini kerap terjadi, sebab dengan mudah para oknum ini bisa memantau atau bisa menjadikan sebuah aplikasi kloning dari sebuah tautan atau link yang dikirim melalui. SMS, WhatsApp, Facebook Massenger dan Instagram maka pada saat di klik tautan atau link tersebut hingga secara otomatis akan terkloning  dan terkopi semua data data yang ada untuk disalin ke yang lain dari orang yang kita tidak kenal,” terangnya.

Untuk itu, Hefrizon membagikan sejumlah tips untuk melawan informasi dan berita hoax yang marak dibagikan di media sosial, “maka ada beberapa tips khusus yang bisa dilakukan masyarakat untuk bisa melawan informasi dan berita hoax yang sering beredar di kalangan masyarakat  dikenal dengan istilah 4C yaitu. Cari, Cermati, Cek dan Cepat,” jelasnya.

Dia menerangkan, Cari perbandingan berita pada sumber yang dapat dipercaya atau sumber yang sudah mengeluarkan klarifikasi, kemudian Cermati kesinambungan judul dengan isi berita, apakah penggunaan bahasanya etis atau tidak. 

“Selanjutnya, Cek sumber informasi dan berita kemudian tanggal berita dan cek keaslian foto. Dan yang terakhir adalah Cepat beritahu fakta-fakta kepada keluarga atau teman bahwa berita tersebut adalah berita hoax alias bohong,” tukasnya.

Untuk itu, Polda Malut melalui Bidang Humas, menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Maluku Utara untuk tidak membagikan informasi yang tidak jelas kebenarannya informasi dan berita yang diperoleh.

“Dicek dulu dengan baik dan teliti, jangan sharing dulu sebelum mendapar informasi yang valid, serta bijaklah menggunakan media sosial,” tutupnya. (red)

Baca Lainnya