Dinamika

Senin, 12 November 2018 - 15:26 WIB

11 bulan yang lalu

logo

Komunitas Sastra Lisan Ternate bersama Jalamalut.com menggelar kegiatan tulis-menulis di Pangaji atau Pondok Pengajian Darul Ulum, Kelurahan Tarau, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate. (KABAR.NEWS/Nurkholis Lamaau)

KALASE Ajak Pemuda Melestarikan Sastra Lisan Ternate

Ternate, LEFO – Komunitas Sastra Lisan Ternate (KALASE) bekerja sama dengan Jalamalut.com menggelar kegiatan tulis-menulis di Pangaji atau Pondok Pengajian Darul Ulum, Kelurahan Tarau, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Selasa (30/10/2018) malam.

Ini merupakan kegiatan lanjutan yang digelar di Pangaji Soa Dorari Isa, Kecamatan Pulau Hiri, pada Minggu (28/10) kemarin. Adalah ‘Ino Malefo’, sebuah ungkapan lokal Ternate yang bersifat ajakan untuk menulis, menjadi tema dari kegiatan tersebut.

Pematerinya adalah Rajif Duchlun, sastrawan muda Maluku Utara yang aktif menulis cerpen, esai dan puisi. Kemudian Nurkholis Lamaau, redaktur media daring KABAR.NEWS sekaligus Kepala Biro Maluku Utara.

Jika sebelumnya, materi yang diberikan sekadar pengantar atau gambaran umum. Kali ini lebih pada inti. Sementara, jumlah peserta bertambah. Mereka adalah anak-anak muda Ternate yang berkecimpung dalam komunitas dan study club. Seperti Pusat Studi Mahasiswa Tarnate (PUSMAT), Hiri Institute, Gerakan Anak Pecinta Ilmu (Gapi), dan Aureka.

Terlihat, para peserta cukup antusias menerima paparan dari pemateri. Beragam pertanyaan pun dilontarkan. Sesekali, para peserta diajak berpikir untuk mendalami lebih jauh terkait, apa yang terkandung di balik kegiatan tulis-menulis. Jika Rajif lebih menekankan pada aspek pentingnya memiliki bahan bacaan, Nurkholis lebih pada kaidah serta metode menggali informasi.

Pendiri KALASE, Firjal Usdek mengatakan, KALASE adalah komunitas yang lahir dari organisasi dan study club pelajar dan mahasiswa Ternate, yakni PUSMAT, Hiri Institute, Gapi dan Aureka.

“Pada dasarnya, KALASE terbentuk atas kesadaran menuntut dan mengamalkan ilmu. KALASE diharapkan menjadi wadah penggerak, giat dan pelestari utama bahasa Ternate,” ujar Firjal kepada KABAR.NEWS, usai kegiatan.

Menurut Firjal, generasi muda sebagai pemilik identitas bahasa, perlu hadir sebagai pegiat sekaligus pelestari yang aktif mempertahankan eksistensi bahasa. “Tentunya melalui berbagai macam cara yang kreatif dan inspiratif,” jelas dia.

Atas dasar itu, kata dia, KALASE dibentuk pada Minggu (28/10), di Pangaji Soa Dorari Isa, Pulau Hiri, sebagai wadah yang giat melestarikan sastra lisan Tarnate. “Seperti Dola Bololo, Dalil Tifa, Dalil Moro, Tamsil, Cum-Cum, Jarita, Pantun, Saluma dan sastra lisan lainnya, yang menjadi identitas mancia [orang] Ternate,” jelas dia.

Sumber: kabar.news

Baca Lainnya