Hukum Pemerintahan

Selasa, 3 September 2019 - 14:52 WIB

3 minggu yang lalu

logo

KNPI Anggap Kunjungan KPK di Maluku Utara Tidak Berdampak Apa-apa

Ketua KNPI Malut, Irman Saleh.

LEFO – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku Utara ikut menyoroti kunjungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Maluku Utara. Dalam keterangannya yang diterima Lefo Online, Selasa (3/9/2019), Ketua KNPI Malut Irman Saleh menegaskan kehadiran KPK ke Maluku Utara tidak memberi dampak berarti untuk upaya pemberantasan korupsi di Maluku Utara.

“Karena yang dikirim ke Maluku Utara adalah tim pencegahan, sedangkan yang dibutuhkan oleh Maluku Utara saat ini adalah pemberantasan korupsi,” ujar Irman kepada Lefo Online.

Irman menambahkan, alasan kenapa Maluku Utara lebih membutuhkan tim pemberantasan daripada tim pencegahan korupsi dari KPK adalah karena praktik korupsi di Maluku Utara hingga saat ini sudah marak terjadi. “Kalau sudah begitu, maka jelas bahwa praktik tersebut butuh diberantas, bukan dicegah. Karena jelas, suatu tindak kejahatan yang sudah terjadi harus diberantas,” tegasnya.

KNPI Maluku Utara, menurut Irman, sangat yakin kehadiran tim pemberantasan KPK tidak akan memberi efek jera di Maluku Utara.  Bagi dia,  akan ada efek jera jika tim pemberantasan  KPK yang diturunkan untuk melalukan penyelidikan sejumlah kasus korupsi.

Irman memberi gambaran untuk KPK menyangkut korupsi yang tumbuh subur di Maluku Utara saat ini, pada sektor pertambangan ada 27 IUP illegal dan juga praktik korupsi di sejumlah SKPD yang kemungkinan libatkan penyelenggara negara, nilai korupsi juga telah di atas Rp 1 Miliar. Selain itu, dia menyoroti penggunaan dana desa di semua kabupaten dan kota di Maluku Utara juga perlu disentuh KPK, karena kemungkinan terjadi korupsi yang bisa saja melibatkan penyelenggara negara.

“Jika KPK mau tahu kepala daerah mana saja yang terlibat korupsi, silakan minta data di DPD KNPI Maluku Utara, kami siap membantu KPK untuk mengusut tuntas kasus korupsi di Maluku Utara,” tegasnya. (red)

Baca Lainnya