Gagasan Hukum

Minggu, 25 Agustus 2019 - 23:35 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Resensi Buku Hendra Kasim: AMANDEMEN UUD 1945, Kelebihan dan Kekurangan

Judul                 :   AMANDEMEN UUD 1945, Kelebihan dan Kekurangan

Penulis               :   HENDRA KASIM

Penerbit             :   Maluku Press

Tahun Terbit      :   2015

Tebal Buku        :   xv + 202 halaman

ISBN                  :   978-602-72347-1-0

 

Ditengah isu amandemen kembali terhadap konstitusi Indonesia yang gencar akhir-akhir ini, buku ini dapat menjadi salah satu referensi dalam mengkaji mengenai gagasan amandemen kembali konstitusi Indonesia.

Perubahan konstitusi merupakan sebuah keniscayaan. Hal tersebut karena konstitusi yang merupakan produk manusia sangatlah mungkin terdapat kekurangan. Sebab itu, menyempurnakan kosntitusi melalui perubahan konstitusi adalah sebuah keniscayaan.

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, buku yang merupakan karya buku kedua penulis adalah salah satu referensi yang wajib dimiliki praktisi, akademisi, kelompok masyarakat, legislator hingga para politisi yang menaruh minat terhadap gagasan amandemen konstitusi.

Buku yang ditulis oleh saudara Hendra Kasim ini terdiri dari IV (empat) bagian yang pada bagian buku ini dilampirkan dengan empat konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia, yaitu UUD 1945 sebelum amandemen, Konstitusi RIS 1949, UUD Sementara 1950, dan UUD 1945 hasil amandemen. Sehingga, para pembaca dapat dengan baik memahami dinamika ketatanegaraan Indonesai dari masa-masa dengan membaca keempat konstitusi yang pernah dan sedang berlaku tersebut.

Hendra Kasim

Alumin Magister Hukum Pasca Sarjana Universitas Islam Indonesia Yogyakarta tersebut membagi buku dalam empat bagian, dimana masing-masing bagian memiliki pembahasan masing-masing yang keempat bagian tersebut memiliki keterkaitan sehingga pembaca harus melahap bagian perbagian buku ini untuk dapat memahami gagasan penulis dengan baik.

Bagian pertama buku ini membahas mengenai tiga hal, yaitu (i) pemahaman awal tentang konstitusi. Pada bagian ini yang dibahas adalah mengenai hal-hal dasar tentang konstitusi, yaitu istilah dan pengertian konstitusi, nilai dan sifat konstitusi, hingga tujuan dan hakekat konstitusi; (ii) dinamika perubahan konstitusi Indonesia. pada bagian yang kedua dibagian pertama buku ini, dibahas mulai defeneisi perubahan konstitusi, macam-macam perubahan konstitusi, jawaban atas pertanyaan mengapa nama UUD 1945 tidak berubah setelah 4 (empat) kali amandemen, dan mengurasi gagasan awal keterlibatan rakyat dalam merubah konstitusi. (iii) bagian ketiga dari bagian pertama buku ini adalah membahas mengenai aspek teori pembuatan konstitsi. Dimulai dari pembahasan mengenai pengertian pembuatan konstitusi, materi inti dari pembuatan konstitusi, dan pentingnya konstitusi bagi kehidupan bernegara.

Bagian kedua buku ini membahas mengenai dua hal yaitu (i) konstitusi Indonesia dari masa ke masa. Bada bagian ini penulis mengurai sejarah dinamika perubahan konstitusi Indonesia dari masa kemasa, mulai dari alasan perubahan hingga alasan perubahan konstitusi tersebut. empat konstitusi yang dimaksud adalah  UUD 1945 sebelum amandemen, Konstitusi RIS 1949, UUD Sementara 1950, dan UUD 1945 hasil amandemen. (ii) alasan UUD 1945 di amanddemen. Pada bagian ini pengulis mengurai alasan mengapa UUD 1945 harus diamandemen. Dalam pandangannya, paling tidak ada tiga alasan yakni alasan historis, alasan politis atau desakan keadaan pada saat reformasi, dan alasan materi muatan UUD 1945 yang sudah sepatutnya dirubah.

Bagian ketiga buku ini penulis membahas mengenai dua hal, yaitu (i) kelebihan hasil amandemen UUD1945. Yang mana kelebihan hasil amandemen yang dipotret dalam buku ini adalah pengakuan tentang hak asasi manusia dalam konstitusi Indonesia hasil amandemen, dibuatnya beberapa lembaga negara baru sebagai bentuk check and balances, diaturnya tentang pemilihan umum yang bebas (demokrasi langsung), dan kelebihan hasil amandemen yang keempat adalah materi muatan konstitusi yang mendorong peningkatan mekanisme check and balances. (ii) setelah membahas mengenai kelebihan hasil amandemen. Penulis juga tak lupa memberi kritikan hasil amandemen konstisui. Penulis menggambarkan bahwa paling tidak ada 6 (enam) kekurangan hasil amandemen, yaitu sistem parlemen Indonesia yang tidak jelas apakah bicameral atau three cameral, kelembagaan DPD antara harapan dan kenyataan karena kewenangan yang sumir, proses lesigslasi di Indonesia yang cenderung bercorak parlementer padahal Indonesia konsisten menggunakan sistem pemerintahan presidensil, distorsi mekanisme pemberhentian Presiden (mengenai impeachment Presiden telah diuraikan lebih detail pada karya buku ketiga penulis dengan judul Impeachment Presiden), peluang krisi kosntitusional akibat dari pengaturan kosntitusi yang tidak tuntas jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat; dan kekurangan keenam dari hasil amandemen UUD 1945 adalah persandingan antara sistem presiden dan multipartai.

Bagian keempat atau pembahasan terakhir dari buku ini adalah penulis menyimpulkan pembahasan yang dibahas pada bagian pertama hingga bagian ketiga buku, yang selanjutnya penulis memberikan rekomendasi perbaikan sistem jika dikemudian hari aka nada amandemen kembali UUD 1945 demi perbaikan sistem ketatanegaraa. Adapun rekomendasi yang ditawarkan adalah (i) membangun sistem parlemen Indonesia; menuju bicameral yang sempurna, (ii) meningkatkan kontrol internal Parlemen, menyempurnakan kewenangan dan hak DPD, (iii) pemurnian fungsi legislasi di Indonesia, menguatkan corak presidednsil, (iv) mengusulkan format ideal Pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden, (v) meminimalisir peluang krisis konstiutsional dan krisi politik jika sewaktu-waktu Presiden dan/atau Wakil Presiden mangkat, dan rekomendasi yang terakhir adalah (vi)  membangun sistem presidensil yang baik.

Sebagaimana telah disebutkan di atas, pada bagian akhir buku dilampirkan empat kosntitusi Indonesia yang pernah dan sedang berlaku. Dengan pembahasan yang runut dibahas bagian perbagian dengan memiliki keterkaitan ditambah dengan penggunaan bahasa yang mudah dipahami, buku ini dengan mudah mengantar pembaca untuk memahami ilmu konstitusi, dinamika sejarah ketatanegaraan Indonesia dilihat dari perspektif konstitusi, hingga kritik hasil amandemen konstitusi serta rekomendasi perbaikan sistem ketatanegaraan jiak dikemudian hari UUD 1945 akan di amandemen kembali. Dengan begitu pembaca dapat melahap dengan baik buku ini.

Akhirnya, buku ini wajib dimiliki oleh segenap pihak yang menaruh perhatian terhadap wacana amandemen kelima konstitusi Indonesia.[]

Baca Lainnya