Hukum

Rabu, 31 Juli 2019 - 13:39 WIB

3 bulan yang lalu

logo

KNPI Malut dan BNN Siap Menjalin Kerjasama

Kepala BNN Malut, Brigjen Pol Edi Swasono (kedua kiri), didampingi Kabag Rehabilitasi BNN Malut, saat menerima rombongan KNPI Malut.

LEFO – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku Utara (Malut) kembali mengagendakan pertemuan dengan lembaga negara untuk membangun hubungan kerjasama. Pada Rabu, (31/7/2019) hari ini, KNPI Malut periode 2019-2022 mengadakan kunjungan dan audiensi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Maluku Utara. Dalam pertemuan tersebut, Ketua KNPI Malut, Irman Saleh, bersama 10 pengurus harian disambut Kepala BNN Malut, Brigjen Pol Edi Swasono dan Kabag Rehabilitasi BNN Malut, Jainudin.

Berangkat dari semangat pemuda, menurut Irman, KNPI akan ikut hadir untuk menunjang kerja-kerja BNN dalam upaya pemberantasan narkoba di Maluku Utara. Dia menegaskan akan menghimbau kepada seluruh DPD II KNPI seluruh Malut agar terlibat dalam kerja-kerja BNN terkait sosialisasi bahaya narkoba dan bahkan menjadi relawan untuk membantu BNN.

Irman menambahkan, pemberantasan narkoba menjadi suatu hal yang patut diprioritaskan. Apalagi penyalahgunaan narkotika menjadi salah satu dari tiga kejahatan luar biasa selain terorisme dan KKN.

Menanggapi pernyataan Irman, Edi Swasono secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih kepada KNPI yang telah menyempatkan diri untuk berkunjung ke kantor BNN Malut. Ia menyatakan persoalan narkoba di Malut sudah harus diwaspadai sejak saat ini.

“Karena jumlah penyalahgunaan narkoba di Malut saat ini sudah mencapai angka 13 ribuan orang, presentasenya sekitar 7,1 persen dari jumlah nasional. Dan dari jumlah tersebut, mayoritasnya adalah pemuda. Maka keterlibatan KNPI dalam upaya sosialisasi bahaya dan pemberantasan narkoba menjadi sangat penting,” ujar jenderal bintang satu tersebut.

Terkait pengguna narkoba di Maluku Utara, Edi menambahkan bahwa pihaknya saat ini intens membuka rehabilitasi terhadap masyarakat yang datang dan meminta diobati. Tapi menurutnya, dari target 40 orang hanya sekitar 3 orang yang bersedia datang.

“Jadi pengguna yang datang dan meminta direhabilitasi ini bukanlah tersangka, mereka sebenarnya hanya korban. Karena 60 persen penyalahgunaan narkoba di Malut adalah mereka yang hanya mencoba-coba, pada akhirnya jadi ketergantungan,” tambahnya.

Kepala BNN Malut menuturkan kepada masyarakat yang datang dan meminta untuk direhabilitasi, pihaknya menjamin tidak akan mempidana masyarakat tersebut. Bahkan menurutnya, segala jenis privasi tetap akan dijaga, karena terkait psikologis masyarakat yang menjadi korban.

“Jadi datang saja, jangan tunggu sudah ditangkap baru menganggap diri sebagai korban. Sudah terlambat kalau seperti itu,” ujar Edi sembari menambahkan agar KNPI juga ikut mensosialisasi hal ini kepada masyarakat. (red)

Baca Lainnya