Dinamika

Sabtu, 6 Juli 2019 - 20:32 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Pasar Malam Mongga Tarik Ratusan Pengunjung

Suasana Pasar Malam Mongga, Labuha, Halmahera Selatan.

LEFO – Kehadiran Pasar Malam, Desa Labuha Pantai Mongga, menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat kabupaten Halmahera Selatan. Masyarakat memang terbiasa meluangkan waktu untuk datang, baik untuk sekedar mencari hiburan maupun berbelanja.

Keberadaan pasar malam tidak hanya mendatangkan banyak pengunjung, tapi membuka peluang ekonomi masyarakat. Mulai dari kuliner, pakaian, peralatan dapur hingga elektronik, semuanya tersedia. Bahkan tersedia juga pakaian bekas dan baju baru untuk anak-anak. Banderol harga pun tidak terlalu mahal. Karena bagi pedagang yang penting jualannya laku, walau hanya dapat sedikit keuntungan.

Salah satu wahana permainan Pasar Malam Mongga.

Pasar Malam Mongga juga menyediakan berbagai wahana permainan bagi anak-anak, seperti permainan memancing ikan, kereta mainan, istana balon, lempar gelang, dan berbagai wahana lain. Hal inilah yang menarik banyak pengunjung, utamanya orang tua yang membawa anak-anak mereka.

Salah satu penjaga stand permainan anak-anak, Sahlan Muhammad, Sabtu (6/7/2019), mengatakan jika pasar malam ini sudah berlangsung belum lama, namun dirinya bersama keluarga merasa bersyukur karena mendapatkan penghasilan walau tidak terlalu banyak.

”Tidak terlalu banyak sih pendapatan, namun rutin setiap malam apalagi kalau malam minggu maka pengunjung membeludak dan rata-rata orang tua membawa anaknya untuk bermain berbagai macam wahana yang ada di sini, apalagi di Halsel kan masih sangat kurang wahana permainan anak,” katanya.

Sahlan menambahkan, dalam satu malam kadang dia memperoleh penghasilan sekitar 300 ribuan dari wahana permainan memancing yang dia jaga.

”Dengan Rp10 ribu saja kan anak-anak sudah main sepuasnya, ini berlaku untuk semua jenis permainan. Kami berterima kasih kepada pemerintah karena tetap diizinkan untuk tetap berjualan di tempat ini,” bebernya.

Hanya saja menurut pengunjung pasar malam dari Desa Tomori, Masri Latif (45), keamanan di tempat ini masih rawan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

”Saya tidak melihat ada pemerintah yang terlibat langsung, seperti penataan parkir dan ada petugas penjagaan jadi kesannya sembrawut,” kuncinya. (RR)

Baca Lainnya