Gagasan Tokoh

Minggu, 30 Juni 2019 - 19:44 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Bacarita Pemuda KNPI Lintas Generasi Disambut Positif

Bacarita Pemuda KNPI Lintas Generasi, Sabtu (29/6/2019) di Jarkot, Benteng Oranje Ternate.

LEFO – Diskusi kepemudaan KNPI yang dilakukan di Benteng Fort Oranje, memberikan nuansa nostalgia tersendiri dan juga sekaligus mengagas masa depan KNPI Maluku Utara dalam menghadapi jaman melenial dengan tema yang di angkat yaitu Bacarita Pemudah KNPI lintas Generasi.

Salah satu Ide yang kemudian di inisiasi oleh calon ketua DPD KNPI Maluku Utara ( Malut) Irman Saleh, mendapatkan respon baik dari seluruh para mantan Ketua KNPI Malut, yang pada kesempatan tersebut dihadiri pembicara seperti Thamrin Ali Ibrahim, Malik Ibrahim, Asgar Saleh, Masri Hidayat, Abubakar Abdullah. Dalam diskusi tersebut masing-masing pembicara kemudian memberikan gagasan dan ide, dengan merefleksikan gagasan mereka selama menjabat sebagai ketua KNPI Malut lintas Generasi, dan juga memberikan respon terhadap kerja-kerja kepemudaan di era melenial, bagaimana pemuda bisa memberikan pengaruh untuk mendorong perubahan di masyarakat.

Malik Ibrahim, Mantan Ketua DPD KNPI Kabupaten Maluku Utara dan Ketua DPD KNPI pertama Provinsi Maluku Utara menyampaikan bahwa dalam konteks itu, maka KNPI secara organisatoris sesungguhnya memiliki sebuah amanah yang sangat penting dan strategis bagi kiprah kekinian pemuda sebagai anak bangsa, dan peran masa depan sebagai generasi penerus kepemimpinan bangsa. Dalam melaksanakan dan diantara berbagai peran yang harus dilakoni. Terdapat tiga peran utama dalam menghadapi dinamika kepemudaan, yakni peran sebagai dinamisator, stabilisator dan katalisator.

Malik juga menambahkan bahwa KNPI sebagai wadah pemuda yang ikut melahirkan reformasi dan kemudian membuahkan otonomi daerah secara etik dan moral memiliki tanggung jawab kesejarahan terhadap perjalanan reformasi. Semangat kedaerahan untuk membangun daerahnya pada era otonomi ini bukanlah sebuah ideologi yang bebas nilai, tetapi selalu terkait dengan nilai-nilai luhur yang mendasari atau menjadi roh dari kelahirannya. Demokrasi, keadilan, kemiskinan, penegakkan hukum, pengakuan hak azasi manusia, kesetaraan gender, transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan merupakan mandat reformasi yang harus dilaksanakan dalam mewarnai semangat berotonomi.

Apalagi kita sekarang sudah hidup di era melenial dan pada hari ini kita semua mengalami sebuah perubahan besar dalam cara pandang, logika, persepsi dan ‘knowledge’ bahwa pemuda bukan saja berada di alam global, tapi juga menjadi generasi visual, generasi digital yang bisa saling melihat dan mendengar.

Pertama, harusnya kemampuan pemuda sebagai generasi milenial lebih inklusif, cursive, open minded dan berbebekal 5C; Critical Thinking, Creative dan Inovative, Communication Skill, Collaboration, dan Confident. Kedua, secara politik generasi milenial ini lebih cenderung menjadi komunitas lepas ketimbang terikat dalam sekat-sekat partai politik. Bahkan dalam pilihan politik, mereka masih mendapat masukan dan saran dari orangtuanya.

Ketiga, ditengah penderitaan dan kemiskinan yang menggunung yang dialami rakyat, mereka berani menyampaikan pendapat melalui platform media sosial. Menurut survey Center for Middle Class Institute, salah satu trend generasi milenial adalah “Click-Aktivist”, yang kerap tak memiliki empati dengan masyarakat.

Dengan demikian bagi saya situasi ini seharusnya menjadi tantangan bagi KNPI untuk segera melakukan inovasi; dengan pendidikan politik yang komunikatif, egaliter, member solusi atas masalah yang dihadapi milineal (pekerjaan yang layak), serta membangun moralitas politik baru (anti money politics dan korupsi) melalui kolaborasi dan jejaring pemuda berintegritas,tegas malik.(30/06/2019)

Pada saat yang bersamaan Asgar Saleh yang juga salah satu mantan ketua KNPI, menambahkan tentang Politik indentitas dimana menurutnya, jangan sampai menjadi pengaruh yang bisa membuat kerja kerja kepemudaan bisa terhambat, karena bisa merugikan, karena hal tersebut sangat tidak memberikan perubahan dalam kerja-kerja kepemudan, maupun di masyarakat.

Abubakar Abdulah juga menjelaskan bahwa seorang pemimpin juga harus memililiki kompotensi karena itu adalah syarat seorang pemimpin, juga memiliki integritas, dan harus memiliki visi kebangsaan, ini yang harus menjadi prioritas utama dari seorang pemimpin,” terang Abubakar yang sekarang menjabat sebagi Sekretaris Dewan Provinsi.

Diskusi yang memakan waktu hampir 3 jam lebih, juga memberikan kesempatan kepada kandidat ketua KNPI Irman saleh, untuk memberikan pandangan visi-misinya sebagai ketua KNPI Malut, Irman menyampaikan bahwa banyak persoalan yang terjadi di Internal KNPI hingga terjadi beberapa kubuh, bukan menjadi tolak ukur untuk kita tidak bisa berkontribusi, akan tetapi memang ada kepentingan yang memang sengaja untuk membuat KNPI terpecah-pecah, pada saat yang bersamaan kita juga harus melawan dan memerangi kehancuran generasi, Seperti Korupsi, Narkoba, seperti ganja, sabu-sabu, dan sejenisnya, ini harus di lawan karena merusak generasi, dan juga yang terpenting pemuda harus punya jiwa Literet ( literasi ) karena itu adalah fungsi dari menjaga kestabilan persoalan yang terjadi dimasyarakat, pemuda yang berliterasi adalah pemuda yang mampu memberikan perubahan di masyarakat,” tutur Irman.

Antusias para narasumber yang punya pengaruh besar, juga memberikan diskusi menjadi lebih berwarna, karena hampir semua pembicara memberikan motivasi bahkan ide-ide harus menjadi tuntutan untuk ketua KNPI Malut Periode selanjutnya, bahkan secara tidak langsung Sudah sembilan ketua KNPI Malut lintas Generasi, dan akan dipilih kembali ketua yang baru pada bulan juli nanti.

Diakhir dari kegiatan diskusi tersebut, pembicara kemudian memberikan masukan dan arahan untuk calon ketua KNPI Malut yaitu, Irman Saleh atas sikap keberaniannya untuk bisa mengundang para tokoh tokoh ketua KNPI Lintas generasi dalam satu forum. (*)

Baca Lainnya