Pendidikan

Rabu, 26 Juni 2019 - 22:13 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Capaian Target SMAN 1 dan SMAN 7 Halsel Akibat Sistem Zonasi

Ilustrasi

LEFO – Menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 menggunakan sistem zonasi.
Sejumlah sekolah favorit seperti SMA Negeri 1 Halsel harus gigit jari, karena tidak memenuhi target jumlah penerimaan siswa baru. Sedangkan SMA Negeri 7 Halsel justru melebihi target.
Selain alamat sekolah asal, sistem zonasi mengharuskan siswa baru yang mendaftar untuk melampirkan Kartu Keluarga (KK), sehingga panitia penerimaan dapat melihat alamat dari orang tua siswa.
Ketua Panitia penerimaan siswa baru SMA Negeri 1 Halsel, Ilham Togubu saat dikonfirmasi, Rabu (26/6/2019) menuturkan bahwa pendaftaran berdasarkan sistem zonasi sedikit menjadi kendala, dikarenakan zonasinya meliputi kurang lebih beberapa sekolah yang juga menjadi idola. Seperti SMA Alkhairat, Madrasah Aliyah Al-Khairat, dan SMK Misbahul Aulad (SMEA).
Olehnya itu, untuk sekolahnya dibuka dua hari sejak Senin dan Selasa. Pendaftar yang dijemput hanya sebanyak 210 siswa, sedangkan target siswa baru sebanyak 310 dengan ketersediaan 7 ruangan belajar. Hanya saja SMA Negeri 1 Belum memenuhi target. “Yang pasti untuk SMA Negeri 1 Masih menunggu untuk pendaftran ulang,” jelasnya.
Tempat terpisah, Kepsek SMA Negeri 7 Halsel Ayub Lambutu, menuturkan bahwa disekolahnya juga diterapkan sistem zonasi. Zona SMA Negeri 7 mencakup Wilayah kampung Makian sampai Kubung, dengan jumlah peserta siswa didik baru yang mendaftar sebanyak 368 Siswa. Sedangkan ruangan belajar tersedia hanya menampung 216 Siswa. Untuk menekan jumlah ini, pihak sekolah akan melakukan seleksi berupa tes kepada 368 siswa baru tersebut.
“Ruang belajar kita hanya menampung 216 Siswa sedangkan yang mendaftar dan input 368 siswa baru. Makanya dilakukan seleksi tes” jelas Ayub diamini ketua panitia Peneriaman Siswa Baru Sukarsi Thalib. (RR)

Baca Lainnya