Pemerintahan

Selasa, 14 Mei 2019 - 01:44 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Harga Sembako Meroket, Pemkab Kepsul Panik

LEFO – Antisipasi Pemkab Kepulauan Sula (Kepsul) terhadap sembilan bahan pokok (semboko) selama Ramadan, meleset). Bagaimana tidak, beberapa hari terakhir ini stok sembako mulai menipis yang mengakibatkan harga naik drastis. Di pasar Basanohi, harga Cabai Keriting yang jelang Ramadan Rp 30 ribu per kilogram, kini naik tajam menjadi Rp 70 ribu per kilogram. Cabai jenis lainya juga naik Rp 50 ribu per kilogram, padahal sebelumnya Rp 45 ribu per kilogram.

Harga telur juga naik, dari Rp 50 ribu ke Rp 55 ribu per tray. Harga Bawang Putih dari Rp 50 ribu naik 60 ribu per kilogram. Kondisi ini membuat Pemkab Kepsul panik. Mereka bahkan menyalahkan penngecar yang mengakibatkan stok sembako menipis hingga mengakibatkan harga meroket.

Sejumlah pedagang memprediksi, stok sembako akan terus berkurang dan harganya kian naik, apalagi jelang idul fitri. Mereka berharap Pemkab cepat ambil langkah, untuk mengatasi situasi di pasar, demi memenuhi kebutuhan masyarakat Kepsul.

Kepala Disperindag Kepsul, Sophia Sjamlam mengatakan, stok sembako yang menipis itu akibat dari permainkan distributor dan pengecer. Berdasarkan peninjauannya, harga sembako pada setiap pengecer justru tidak sama. “Ada pengecer yang jual harga mahal, ada juga yang jual murah. Ini akibat ulang distributor dan pengecer, sehingga stok terbatas dan harga naik,” ujarnya.

Sekalipun marah setelah mengetahui harga sembako naik tajam, Sophia malah tidak tahu kalau hampir rata-rata stok dan harga sembako naik tajam. Ia hanya tahu stok Bawang Putih yang mengurang. “Yang saya tahu harga Bawang Putih naik dari Rp 50 ribu ke Rp 60 ribu per kilogram,” katanya. (L-02)

 

 

 

 

Baca Lainnya