Hukum Pemerintahan

Minggu, 12 Mei 2019 - 22:50 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Pembangunan di Kawasan Wisata Pulau Sambiki Desa Buruakol yang Kini Telah Rusak Parah (Foto: lefo.online)

Eks Kades Buruakol Bakal Dipolisikan

SANANA, LEFO – Aroma penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun 2017 oleh mantan Kepala Desa Buruakol, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula telah tercium. Ismail Soamole yang merupakan mantan Kades diduga menggelapkan anggaran untuk pembangunan desa melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang bernilai total 150 juta rupiah.

Harun Umagapi selaku Ketua Bumdes Buruakol mengatakan besaran anggaran dari sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun 2017 yang dicairkan pada 2 Mei 2018 tersebut hanya dikelola oleh Bumdes dibawah koordinirnya senilai 50 juta. “Bumdes hanya mengelola 50 juta untuk pembangunan warung kopi dan usaha perbengkelan di Desa Buruakol,”ujarnya kepada wartawan Sabtu (11/5/2019) kemarin.

Beberapa Bangunan Bahkan tidak Terawat dengan Baik (Foto: lefo.online)

“Sisa anggaran itu sebanyak 100 juta katanya digunakan untuk pembangunan kawasan wisata di Pulau Sambiki Desa Buruakol, tetapi untuk pemanfaatan anggaran itu saya tidak dilibatkan sama sekali,” tambah Harun.

Terpisah, Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Buruakol, Aman Soamole, Minggu (12/5/19) mengungkapkan dirinya sangat menyesalkan sikap Pemerintah Desa yang sewenang-wenang mengambil kebijakan terkait pemanfaatan anggaran BUMDES yang bersumber dari Dana Desa (DD).

“Pemerintah Desa seharusnya melakukan pertemuan atau rapat terkait anggaran yang dicairkan, mau dimanfaatkan untuk apa? Ya harus ada kesepakatan dengan semua perangkat desa,” tandas Aman.

Dalam pantauan lefo.online pada hari yang sama beberapa bangunan Wisata Pulau Sambiki mengalami kerusakan parah dan beberapa bangunan bahkan tidak terawat dengan baik. Atas hal ini, Aman Soamole mengancam akan melaporkan mantan kades ke pihak kepolisian dan inspektorat. “Persoalan ini sangat merugikan masyarakat, karena tindakan pemerintah desa merugikan masyarakat dengan efek pembangunan yang sia-sia. Bahkan beberapa bangunan kini telah rusak parah,” tandasnya lagi. (red/tim)

Baca Lainnya