Pemerintahan

Kamis, 9 Mei 2019 - 02:29 WIB

5 bulan yang lalu

logo

“Hura-Hura” di Jakarta Berkedok Syukuran

TERNATE, LEFO – Undangan ramah tamah dan syukuran atas dilantiknya Abdul Gani Kasuba dan Al Yasin Ali sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara Periode 2019-2024 menyebar luas melalui pesan Whatsapp Rabu (8/5) malam. Dalam undangan tersebut, acara akan dilangsungkan pada Jumat (10/5) mendatang di Hotel Allila, Pecenongan, Jakarta Pusat. Penyebaran undangan ini sontak membuat kaget berbagai kalangan, pasalnya tempat acara tersebut berlangsung di Jakarta yang tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan warga Maluku Utara.

Undangan Acara Ramah Tamah dan Syukuran Pemprov Malut

Praktisi Hukum Hendra Kasim mengatakan kegiatan tersebut merupakan tontotan betapa borosnya pemerintah daerah dalam menguras uang rakyat. Dia mempertanyakan kebijakan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara kenapa menyelenggarakan kegiatan yang begitu jauh letaknya dari bumi Maluku Utara.

“Gubernur Maluku Utara ya menjadi pemimpin bagi rakyat Maluku Utara, kenapa harus membuat acara yang bersifat seremonial di Jakarta? Ini adalah bentuk dari menghambur-hamburkan uang rakyat,” tegasnya di Café Djarod Rabu (8/5) malam.

Hendra menambahkan Gubernur Maluku Utara adalah pemimpin yang terpilih melalui suara rakyat Maluku Utara, bukan suara rakyat Jakarta, atau DKI Jakarta. “AGK bukan Anis Baswedan, harusnya kegiatan Pemerintah Provinsi yang bersifat seremonial atau bahkan kegiatan yang bersifat hura-hura seperti ini dilaksanakan di Maluku Utara, karena AGK terpilih selaku pemegangn mandat rakyat Maluku Utara,” tambahnya menegaskan.

Terkait acara syukuran tersebut, Hendra memberi warning tegas kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara. “Semua SKPD diundang untuk hadir dalam acara tersebut, tentunya anggaran yang digunakan bersumber dari APBD. Jika demikian sungguh miris, mengapa uang rakyat dihabiskan di Jakarta untuk acara yang sangat tidak substansial,” beber lulusan Magister Hukum UII Yogyakarta ini. (din)

Baca Lainnya