Politik

Sabtu, 20 April 2019 - 08:19 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Ketua Badan Advokasi Hukum DPW NasDem

Achmad Hatari di Ujung Tanduk

LEFO– Sambutan provokatif Achmad Hatari di masjid Kelurahan Tomalaou, Kota Tidore Kepulauan(Tikep) usai salat Jumat (19/4) yang berujung bentrok masyarakat dua kelurahan,membuat publik geleng-geleng kepala. Tidak hanya publik yang marah atas tingkahburuk anggota DPR RI itu, justru petinggi Partai NasDem pun geram.

Jumat (19/4) malam, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Malut menggelar rapat menyikapi perilaku Hatari yang juga koordinator wilayah partai tersebut. Rapat menghasilkan pembentukan tim investigasi. Tim tersebut dibentuk untuk mengumpulkan fakta dan data di lapangan terkait sikap Achmad Hatari. Sabtu (20/4) pagi tim investigasi bertolak ke Tikep.

Ketua Badan Advokasi Hukum (Bahu) DPW NasDem, Fahrudin Maloko menuturkan, ia bersama dua anggota Bahu dan dua pengurus DPW NasDem ditugaskan ke lapangan untuk mengumpulkan fakta. Sekitar lima warga sudah dimintai keterangan. Lima orang itu berada di masjid Tomalou, hingga Achmad Hatari meninggalkan kelurahan tersebut. Selain memintai keterangan lima warga, tim investigasi juga menemukan fakta lainnya. Hanya saja, hasil investigasi akan diumumkan secara terbuka Minggu (21/4) malam.

“Soal sanksi dan lain-lain adalah kewenangan DPW. Kami hanya bertugas melakukan investigasi,” ujar Fahrudin.

Perilaku Achmad Hatari ini juga mengundang reaksi akademisi. Dosen Hukum Unkhair, Abdul Kadir Bubu menyayangkan tingkah Hatari yang memicu konflik. Menurutnya, sambutan Achmad Hatari yang menyentil bantuannya di masjid dengan harapan mendapat suara masyarakat, adalah perilaku tidak terpuji. Tingkah politisi NasDem itu, kata Abdul Kadir, dapat disimpulkan bahwa moral politiknya tidak baik.

Abdul Kadir Bubu menyarankan Partai NasDem untuk mempertimbangkan Achmad Hatari di kepengurusan partai. Jika tidak, maka cepat atau lambat kepercayaan publik terhadap NasDem bisa terkikis. “Saya harap elite politik lainnya tidak bertingkah seperti Ahmad Hatari. Elite politik harus menyejukkan situasi. Sebelum pleno di tingkat penyelenggara, setidaknya semua pihak harus bersabar untuk menunggu,” harapnya.

Lanjutnya, berdasarkan sambutan Achmad Hatari di masjid yang dengan jelas mengakui bahwa bantuan yang ia berikan dengan harapan mendapat suara maksimal di Tomalou, maka tentu menjadi pintu masuk Bawaslu untuk memprosesnya. “Kita sudah dapat informasi bahwa Bawaslu telah memproses masalah ini. Saya berharap Bawaslu objektif dalam mengusut tingkah Achmad Hatari ,” tutupnya.(L-01)   

Baca Lainnya