Hukum Politik

Senin, 25 Maret 2019 - 12:02 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Dirpolairud Polda Malut, Arif BW Saat Memberikan Keterangan Pers, Senin (25/3)

Distribusi Logistik Pemilu Dikawal Ketat Polairud

TERNATE – Sebanyak tujuh kontainer logistik pemilihan umum (Pemilu) Legislatif dan Pilpers 2019 yang didatangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara, Sabtu (23/3) kemarin mendapat pengawalan ketat pihak keamanan terutama Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Malut di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate. Logistik berupa surat suara tujuh kontiner itu bakal didistribusikan ke Kabupaten dan Kota pada Wilayah Maluku Utara dikawal personil Polri terhitung mulai hari Senin (25/3).

Direktur Polairud Polda Malut Arif Budi Winofa mengaku, dirinya ditunjuk sebagai Kasu Satgas Preventif dalam operasi mantapbrata terkait tugas untuk pengamanan logistik pemilu, langsung bergerak melakukan pengamanan sejak kedatangan logisltik tersebut.

“Hari ini pembongkaran logistik disaksikan langsung KPU, Bawaslu dan agen Kapal Pengangkut serta pihak pengamanan Kepolisian. Rencanya  akan didistribusikan ke Kabupaten dan Kota terhitung hari ini,” kata Arif WB kepada wartawan, Senin (25/3).

Menurut dia, rencanya hari ini Senin (25/3), dikirim Kabupaten Sula.  Pendistribusian logsitik ini, pihaknya berkordinasi langsung dengan Kapolres Sula untuk tetap melakukan pengawalan secara ketat. Desentil untuk pendistribusian mengunakan kapal milik Polairud, Arif menegaskan tidak diperuntukkan mengangkut logsitik pemilu. Namun apabila dalam keadan emergency jika diperlukan mengantarkan logistik di daerah yang susah dijangkau, maka Polairud tetap bersedia mengantar dengan makanisme yang telah diatur.

“Seperti misalnya KPU Provinsi (Maluku Utara) menginginkan mengangkut logsitik itu dengan tujuan menghindari Politisasi, maka akan kami bantu menjadi pengaman. Namun sejauh ini Polairud belum mandapat permintaan bantuan dari KPU Malut” ujarnya.

Sementara jumlah personil pengamanan berdasarkan intruksi Kapolda Malut terbagi satu sepertiga lebih untuk PAM di tempat pengutan suara (TPS). Sementara itu sebagian personil Polairud tetap disiagakan di kapal-kapal untuk pengamanan di laut.

Orang nomor satu di Polairud Polda Malut itu juga menghimbau kepada penyelanggara pemilu agar jelih memperhatikan kondisi cuaca. Sebab perairan gelombang laut Maluku Utara akhir-akhir ini mendadak berubah. Karena itu harus betul-betul mengatur jadwal pendistribusian logistik pemilu di setiap daerah dengan melihat faktor cuaca laut.

“Selain itu kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengunakan hak pilih sesuai dengan hati nurainya tanggal 17 April nanti. Tidak lupa juga mari sama-sama dengan Polri untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam pemilu tahun ini,” harap Arif. (san)

Baca Lainnya